Jurnal Bimas Islam, Год журнала: 2024, Номер 17(1), С. 185 - 214
Опубликована: Июль 31, 2024
Perkembangan teknologi internet dan media sosial sangat berdampak pada berbagai aspek kehidupan manusia. Bimbingan atau penyuluhan agama termasuk salah satu bidang yang terdampak oleh perkembangan tersebut. Internet telah menjadi wahana baru komunikasi transmisi pesan-pesan keagamaan. Di sisi lain, kemajuan digital juga menimbulkan tantangan, antara penyebaran berita bohong (hoaks), misinformasi, disinformasi Kemajuan dimanfaatkan sebagian pihak untuk ujaran kebencian narasi ekstremisme Berbagai penggunaan negatif ruang itu menuntut adanya respons efektif dari pihak, Kementerian Agama. usaha diperlukan memberi adalah peningkatan kompetensi aparatur Agama, khususnya penyuluh agama. Peningkatan agar dapat memberikan bimbingan secara di digital. Dalam rangka landasan bagi perumusan kebijakan tersebut, pemetaan terhadap kondisi tingkat saat ini. Artikel ini menyajikan hasil literasi Pemetaan difokuskan menjawab pertanyaan berikut: (1) Seberapa tinggi agama? (2) Faktor apa memengaruhi variasi Studi dengan pendekatan kualitatif dilakukan 6 provinsi wilayah kerja Balai Penelitian Pengembangan Agama Jakarta, meliputi Sumatera Utara, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jawa Barat, selama Maret-April 2023. Pendekatan kuantitatif melalui angkat dalam bentuk Google Form kepada agama, baik PNS maupun non-PNS, masing-masing lokasi evaluasi. Data dianalisis sebanyak 7.547 respons. mengadopsi kerangka dikembangkan Komisi Eropa, yaitu The Digital Competence Framework for Citizens 2.1. Hasil menunjukkan bahwa kategori “menengah”, tertinggi ditemukan Provinsi Barat terendah Belitung. Tingkat dimensi pengetahuan, disusul sikap, keterampilan. lebih kalangan serta kelompok usia muda.