Strategi Menanamkan Pendidikan Multikultural melalui Pembelajaran Sosial Emosional DOI Creative Commons

Yanuarita Nur Hanifa,

Wilodati

Indonesian Journal of Sociology Education and Development, Год журнала: 2024, Номер 6(2), С. 195 - 208

Опубликована: Дек. 31, 2024

Penyelenggara pendidikan dihadapkan pada tantangan-tantangan besar untuk mewujudkan kesetaraan di tengah dinamika masyarakat yang arahnya tidak terduga. Oleh karena itu pendidik harus menyiapkan strategi pembelajaran reflektif dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan menjelaskan menanamkan multikultural melalui sosial emosional sosiologi. Metode penelitian digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi literatur sebagai sumber data sekunder primer diperoleh dari hasil praktik mengajar pernah dilakukan. menunjukkan emotional learning (SEL) dalam sosiologi dapat diintegrasikan kerangka CASEL 5. Kompetensi ditumbuhkan toleransi diantaranya kesadaran diri, manajemen sosial, keterampilan hubungan pengambilan keputusan bertanggung jawab. Kebaruan yaitu implementasi unsur menggunakan menjadi acuan dileti lebih lanjut berikutnya.

Membentuk Generasi Pemimpin Toleran: Peran Sekolah dalam Menanamkan Nilai Toleransi pada Siswa Sekolah Dasar DOI Creative Commons

Putri Azzahra Hidayat,

Machful Indra Kurniawan

JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Год журнала: 2024, Номер 7(5), С. 4824 - 4830

Опубликована: Май 1, 2024

Pendidikan karakter harus diterapkan sejak usia sekolah dasar berusia 6-12 tahun, tahapan operasional konkrit dimana masa anak memperoleh dasar-dasar pengetahuan dalam menentukan keberhasilan untuk menyesuaikan diri pada kehidupan dewasa dan keterampilan yang bervariasi pertumbuhan perkembangan moral. Namun kenyataannya selama ini system pendidikan di lebih menitikberatkan penguasaan pengetahuan, sementara aspek karakter, moral seolah-olah terlupakan. Penelitian bertujuan mengeksplorasi peran menanamkan nilai toleransi siswa dasar, dengan fokus upaya guru serta persepsi terhadap penguatan SDN Kedungringin I membentuk generasi pemimpin toleran. Melalui wawancara terstruktur siswa, penelitian mengungkapkan strategi konkret oleh menciptakan lingkungan belajar inklusif mendukung, tentang pentingnya menghargai perbedaan agama, pendapat, latar belakang budaya. Hasil menunjukkan bahwa meskipun sudah ada dilakukan, masih terdapat beberapa tantangan perlu diatasi, seperti kurangnya partisipasi orang tua mendukung nilai-nilai keberagaman agama kelas. Sebagai saran, menyarankan adanya kerja sama erat antara tua, evaluasi pemantauan terus-menerus efektivitas program toleransi.

Процитировано

0

Strategi Menanamkan Pendidikan Multikultural melalui Pembelajaran Sosial Emosional DOI Creative Commons

Yanuarita Nur Hanifa,

Wilodati

Indonesian Journal of Sociology Education and Development, Год журнала: 2024, Номер 6(2), С. 195 - 208

Опубликована: Дек. 31, 2024

Penyelenggara pendidikan dihadapkan pada tantangan-tantangan besar untuk mewujudkan kesetaraan di tengah dinamika masyarakat yang arahnya tidak terduga. Oleh karena itu pendidik harus menyiapkan strategi pembelajaran reflektif dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan menjelaskan menanamkan multikultural melalui sosial emosional sosiologi. Metode penelitian digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi literatur sebagai sumber data sekunder primer diperoleh dari hasil praktik mengajar pernah dilakukan. menunjukkan emotional learning (SEL) dalam sosiologi dapat diintegrasikan kerangka CASEL 5. Kompetensi ditumbuhkan toleransi diantaranya kesadaran diri, manajemen sosial, keterampilan hubungan pengambilan keputusan bertanggung jawab. Kebaruan yaitu implementasi unsur menggunakan menjadi acuan dileti lebih lanjut berikutnya.

Процитировано

0